Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara system. Pendekatan system diperlukan untuk mengetahui analisa terhadap permasalahan tersebut.
- Pendekatan Sistem Pada Masa yang Akan Datang
Pendekatan system pada masa yang akan datang merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pemecahan masalah secara analisis system untuk keberhasilan suatu organisasi di masa yang akan datang.
Penerapan pendekatan system :
- Pendekatan sistem menekankan pada kriteria yang akan meningkatkan kelangsungan organisasi dalam waktu yang lama
- Kemampuan organisasi dalam memperoleh sumber-sumber.
- Memelihara interaksi di dalam dan dengan lingkungan di luar organisasi.
- Relasi dengan lingkungan yang menjamin secara terus menerus perolehan masukan dan keluaran yang dapat diterima dengan baik.
- Efisiensi dalam transformasi masukan menjadi keluaran (jumlah klien yang dilayani, investasi modal dalam teknologi pelayanan, perubahan dalam jumlah klien yang dilayani).
- Komunikasi yang transparan.
- Tingkat konflik antar kelompok.
- Tingkat kepuasan pegawai.
- Meramalkan masa yang akan datang
Tujuan meramalkan masa yang akan datang adalah agar dapat memprediksi segala sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang dalam sebuah organisasi. Sistem pada dasarnya belum sempurna , sebuah sistem akan selalu berinovasi sesuai perkembangan zaman, sistem akan selalu memperbaharui diri menyesuaikan keadaan yang dibutuhkan pada keadaan saat ini.
- Peninjauan ulang pada pendekatan sistem
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam suatu analisa sistem yang baik adalah :
1. Tentukan input dan output dasar dari sistem.
2. Tentukan proses yang dilakukan di tiap-tiap tahap.
3. Rancang perbaikan sistem dan lakukan pengujian dengan :
- Fersibility : cari yang memungkinkan
- Viability : kelangsungan
- Cost : cari yang harganya murah/terjangkau
- Effectiveness : dengan input yang sedikit, output besar.
4. Buat rencana kerja dan penunjukkan tenaga.
5. Implementasikan dan penilaian terhadap sistem yang baru.
Dengan adanya peningkatan aplikasi manajemen system diharapkan manajer organisasi dapat mengerahkan perhatiannya pada perancangan system yang tepat demi meningkatkan pencapaian tujuan organisasi.
- Aplikasi system pada organisasi berbeda
Penekanan pada aplikasi pendekatan system terhadap berbagai jenis organisasi mengenai konsep-konsep desain system dan teknik-teknik analisis system adalah cocok untuk semua organisasi. Aplikasi pendekatan system terhadap masalah organisasi yang akan datang tidaklah simple, Sayles dan Margaret, (1971) menganjurkan bahwa masalah yang dihadapi oleh NASA pada program sosioteknik lainnya.
Menurut Eryatno dan Ma'arif (1989), ada tiga macam kondisi yang menjadi prasyarat agar supaya aplikasi pendekatan sistem dapat memberikan hasil yang memuaskan adalah:
- Sasaran sistem didefinisikan secara jelas dan dapat dikenali, meskipun kadang-kala tidak dapat dikuantifikasikan.
- Proses pengambilan keputusan dalam sistem riil dilakukan dengan cara sentralisasi yang logis
- Skala perencanaannya jangka panjang.
Di dalam pengorganisasian, dengan adanya pendekatan system dapat membantu peran manajer dalam mempermudah dan memberikan cara terbaik untuk menghadapi masalah dan perubahan perubahan yang dihadapin organisasi.
- Pendekatan system dan hubungannya dengan organisasi
Organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasi secara sadar, terdiri atas dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relative terus menerus guna mencapai satu atau serangkaian tujuan yang telat ditetapkan bersama.
Pendeketan system merupakan suatu cara yang penting dan akan membantu koordinasi antara komponen dalam organisasi. Pendekatan system dapat digunakan untuk mengahadapi masalah-masalah sosial dan ekonomi. Setiap organisasi akan menugaskan personilnya untuk ikut serta bersama-sama dengan rekannya dari organisasi lain pada suatu program khusus dan ini dapat dilakukan dengan komunikasi informal seperti penyusunan panitian ad hoc pada masa yang akan datang.
- Pendekan system dan hubungannya dengan lingkungan
Pendekatan system memberikan suatu model untuk memikirkan hubungan-hubungan dalam organisasi. Semua organisasi memperoleh input, mentransformasikan dengan suatu cara dan mengembalikan dalam bentuk output pada lingkungan.
Pendekatan system yang terbuka memberikan suatu model yang lebih cocok untuk melihat hubungan lingkungan dengan organisasi, akan tetapi penerapan pendekatan ini terhadap banyak masalah sosial, teknologidan lingkungan tidaklah mudah.
DeGreene, (1971) mengemukakan beberapa tahap yang dapat diikuti dalam pendekatan system melihat hubungan dengan lingkungan sosial, di antaranya adalah sebgai berikut :
- Mengenali masalah-masalahnya yang dapat dipecahkan dengan pendekatan system.
- Menentukan sub system, hubungan timbale balik dan mendapatkan informasi mengenai input, output misi, hambatan dan lain-lain.
- Menentukan program-program khusus, misalnya pengumpulan informasi, pembuatan model dan yang diarahkan pada pemahaman yang lebih baik.
Peranan yang dimainkan manajer dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Peran antarpribadi
Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figure untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2. Peran informasional
Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3. Peran pengambilan keputusan
Peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Selain memiliki peran, seorang manajer perlu memiliki keterampilan dalam menghadapi permasalahan permasalahan yang terjadi pada sebuah perusahaan atau organisasi. Adapun keterampilan yang dimaksud ialah :
1. Keterampilan Konseptual (conceptional skill)
Mampu membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Manajer haruslah mahir berkomunikasi dengan orang lain, disebut pula keterampilan kemanusiaan.
3. Keterampilan teknis ( technical skill)
Kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya membuat program computer, memperbaiki mesin, akuntansi, dan lain lain.