- Desain Pekerjaan (Job Design)
Pengertian desain kerja (job design) adalah pengalokasian jenis-jenis pekerjaan dengan mempertimbangkan beberapa ide dan selanjutnya mengkombinasikan pekerjaan tersebut dengan tugas-tugas para pegawai, dan tugas tersebut disesuaikan dengan tujuan organisasi dan kebutuhan dari individu.
Menurut para ahli:
- Robbins: Desain kerja (job design) merupakan istilah yang menunjukkan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang lengkap.
- Schonberger: Desain kerja (job design) merupakan gambaran dari sekian banyak konsep atau ide, kemudian diwujudkan secara formal dalam bentuk kegiatan-kegiatan.
- Menempatkan pegawai sesuai dengan tugasnya masing-masing.
- Pemberian pekerjaan dalam bentuk berulang-ulang.
- Menyusun alat dan perlengkapan yang dibutuhkan agar dapat menghemat waktu.
- Membangun lingkungan pekerjaan yang nyaman, dimulai dari ventilasi yang cukup, sampai menyediakan dukungan fasilitas-fasilitas yang memadai.
- Mengurangi semua kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan-kegiatan organisasi/kantor.
- Mendesain Kembali Pekerjaan (Job Redesign)
Pengertian mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah kegiatan merancang atau menyusun kembali rencana-rencana yang telah dibuat tentang tugas-tugas para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.Manajemen merancang kembali proses-proses yang dilewati perusahaan dalam menjalankan pekerjaan. Manajemen juga harus menilai atau mengevaluasi proses-proses penting yang dapat menonjolkan kompetensi perusahaan tersebut. Menurut para ahli:
- Robbins: Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) merupakan kegiatan untuk merancang kembali pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan perubahan[
- Schermerhorn: Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah penyusunan kembali komponen-komponen dari tugas-tugas pada kebutuhan yang layak serta dalam rangka memperbaiki kemampuan individu.
Luthans mengemukakan bahwa untuk mendesain kembali pekerjaan dapat digunakan berbagai cara, antara lain:
- Menvariasikan keterampilan.
- Mengidentifikasi tugas,
- Mensignifikan tugas-tugas,
- Otonomi pekerjaan,
- Memberikan umpan balik terhadap pekerjaan sendiri,
- Memberikan umpan balik terhadap agen-agen.
- Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (Job Design)
- Setiap pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selalu dimulai dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
- Diusahakan bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak-gerik mereka dalam bekerja.
- Memeriksa beberapa alternatif atau cara yang efisien untuk mengerjakan tugas.
- Melatih para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efisien dan efektif.
- Teknik-Teknik Desain Kerja
1. Rotasi Kerja (Job Rotation)
Pengertian rotasi kerja adalah memberikan variasi dan keterampilan kerja kepada pegawai, yaitu dengan cara memindahkan pegawai dari departemen satu ke departemen yang lainnya agar pegawai tidak bosan dengan pekerjaannya yang monoton, rutin dan terbatas.
2. Perluasan Kerja (Job Enlargement)
Bone menjelaskan bahwa “Job enlargement is the rearranging of jobs to increase their complexity” (Perluasan kerja adalah menata ulang pekerjaan untuk meningkatkan kompleks atau kerumitan mereka). Perluasan kerja ini dimaksudkan untuk menambah jumlah jenis pekerjaan pada suatu unit maupun pada suatu organisasi tertentu secara horizontal, yang disebabkan oleh pengembangan organisasi sesuai dengan tuntutan kebutuhan.
3. Pengayaan Kerja (Job Enrichment)
Pengayaan kerja adalah usaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan meningkatkan kedalaman pekerjaan dan mengacu pada pengembangan pekerjaan secara vertikal. Tiap pegawai dapat diberikan tanggung jawab untuk mengatur kecepatan kerjanya sendiri, untuk memperbaiki kesalahannya sendiri, dapat memutuskan cara yang terbaik untuk melaksanakan pekerjaan dan pengambilan keputusan sendiri.
4. Kelompok Kerja
Kelompok kerja adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Kelompok kerja dibentuk untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan organisasi, sehingga dengan kelompok kerja para karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan.
Pengertian rotasi kerja adalah memberikan variasi dan keterampilan kerja kepada pegawai, yaitu dengan cara memindahkan pegawai dari departemen satu ke departemen yang lainnya agar pegawai tidak bosan dengan pekerjaannya yang monoton, rutin dan terbatas.
2. Perluasan Kerja (Job Enlargement)
Bone menjelaskan bahwa “Job enlargement is the rearranging of jobs to increase their complexity” (Perluasan kerja adalah menata ulang pekerjaan untuk meningkatkan kompleks atau kerumitan mereka). Perluasan kerja ini dimaksudkan untuk menambah jumlah jenis pekerjaan pada suatu unit maupun pada suatu organisasi tertentu secara horizontal, yang disebabkan oleh pengembangan organisasi sesuai dengan tuntutan kebutuhan.
3. Pengayaan Kerja (Job Enrichment)
Pengayaan kerja adalah usaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan meningkatkan kedalaman pekerjaan dan mengacu pada pengembangan pekerjaan secara vertikal. Tiap pegawai dapat diberikan tanggung jawab untuk mengatur kecepatan kerjanya sendiri, untuk memperbaiki kesalahannya sendiri, dapat memutuskan cara yang terbaik untuk melaksanakan pekerjaan dan pengambilan keputusan sendiri.
4. Kelompok Kerja
Kelompok kerja adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Kelompok kerja dibentuk untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan organisasi, sehingga dengan kelompok kerja para karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan.