Saturday, 19 March 2016

Materi Keempat

  • Pendekatan Sistem dalam Proses Manajemen Pendidikan

Pendekatan sistem dalam perencanaan pendidikan sering digunakan oleh para perencana. Pada dasarnya pendekatan sistem merupakan alat untuk perencanaan pendidikan termasuk penilaian dan analisis sistem. Penilaian ini adalah tipe analisis yang membantu kita, dari mana kita harus memulai dan melanjutkan suatu rencana.

Sistem pendidikan menurut McGrath, (1972) yang mengembangkan konsep sistem pendidikan mengatakan bahwa pendekatan sistem bukanlah suatu rangkaian berseri, maupun tahap-tahap, sistem tersebut dinamis yang prosesnya terjadi secara interaktif. Sedangkan Hussain, (1972) mengatakan bahwa sistem pendidikan yang dirincikan dalam bentuk kebersamaan dalam organisasi yang mempunyai kepercayaan yang jelas dan merupakan suatu metode terbaik dari bermacam-macam sumber untuk memproduksi segala bentuk perubahan-perubahan pada kebiasaan atau tingkah laku pada mahasiswa.

Pendekatan sistem untuk manajemen pendidikan adalah memungkinkan fokus yang berkesinambungan pada tujuan-tujuan dan sasaran sebagaimana sedang dipertimbangkan terhadap seluruh fungsi- fungsi manajemen. Model ini sering berguna untuk mewujudkan tujuan pendidikan dan diatas kertas dapat disampaikan eksperimen-ekperimen yang disampaikan.


  • Sistem Perencanaan

Manajemen pendidikan sedapat mungkin menggambarkan masalah dan proses rencana, peralatan, pengawasan, dan perbaikan. Pada dasarnya pendekatan sistem melihat perencanaan sebagai suatu proses yang paling mungkin di gunakan manajer pendidikan atau administrator sebagai suatu alat. Berikut ini adalah langkah-langkah sebagai tindak lanjut penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan pekerjaan. Diantaranya adalah:
  1. Identifikasi masalah, perecanaan pendidikan akan melihat perbedaan diantara apa yang diharapkan atau dikehendaki dengan kenyataan pada waktu sekarang.
  2. Menentukan masalah dan alternatif pemecahan, yaitu proses penetapan kebutuhan setelah mengidentifikasi perbedaan dalam pengambilan keputusan dan dasar-dasar dalam menentukan prioritas secara lengkap dalam sistem pendidikan. 
Perencanaan pendidikan dalam penerapan pendekatan sistem harus memutuskan pada kebutuhan-kebutuhan untuk memecahkan masalah-masalah dengan analisa sistem pendidikan.


  • Analisis Sistem dalam Organisasi
Analisis sistem merupakan porses “sistem memilih” untuk memecahkan masalah bisnis atau industri. Curtis, (1971) mengamati bahwa sistem organisasi dan analisis sistem sering disamarkan atau dikaburkan. Dalam pengertian yang luas analisa kesisteman merupakan suatu pendekatan sistematis untuk membantu pimpinan organisasi dalam mengambil keputusan, yang selanjutnya digunakan sebagai pedoman langkah tindak selanjutnya. Adapun cara yang dilakukan pimpinan tersebut adalah melalui : mengkaji seluruh persoalan, menemukan tujuan-tujuan dan alternatif pencapaian tujuan, beserta perbandingan antar konsekuensi yang ditimbulkan akibat suatu alternatif dijalankan. 

Kegiatan analisis sistem harus menggunakan kerangka yang baik yang bersifat analitis, serta memasukkan pertimbangan dan intuisi para ahli dalam bidang substantif yang dikaji.


  • Tanggung Jawab Manajer
Para manajer ditugasi mengupayakan agar tugas-tugas khusus dilaksanakan secara berhasil. Mereka biasanya dievaluasi sehubungan dengan betapa baiknya mereka melaksanakan tugas-tugas demikian.

Disamping itu, para manajer juga bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan pihak bawahan mereka. Sukses atau kegagalan para bawahan merupakan suatu refleksi langsung tentang keberhasilan atau kegagalan sang manajer yang bersangkutan. Sesungguhnya semua anggota dalam suatu organisasi, termasuk didalamnya mereka yang bukan merupakan manajer, bertanggung jawab terhadap tugas mereka masing-masing. Adapun perbedaan bahwa para manajer diminta pertanggung jawaban mereka bukan saja atas pekerjaan mereka sendiri, tetapi juga untuk pekerjaan pihak lain.

Pada manajemen pendidikan terkandung enam langkah kegiatan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Identifikasi masalah yang dibutuhkan dan masalah.
  2. Menentukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya.
  3. Strategi penyelesaian dan peralatan yang digunakan
  4. Strategi penerapan meliputi manajemen dan strategi penyelesaian pengawasan dan peralatan
  5. Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan diatas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan 
  6. Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki.
Dari enam langkah yang telah dijelaskan diatas maka dapat dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah di dalam proses perencanaan dan proses pengawasan pada pendekatan sistem pendidikan.

  • Model Sistem Sibernetika
Sibenertika adalah imu pengetahuan yang mempelajari kelakuan sistem-sistem dinamis yang dikendalikan melaui pengalihan keterangan-keterangan.

Seperti telah diketahui, masalah satu aspek yang telah relevan mengenai sistem-sistem adalah bahwa terdapat adanya sasaran umum , hal mana dapat kita anggap sebagai jenis relasi khusus antara elemen-elemen dari pada sistem yang bersangkutan. Jelas bahwa pada semua sistem-sistem terbuka penciptaan sasaran tersebut tidak dapat terlepas dari relasi-relasi antar sistem dan lingkungan. Dengan demikian dapat kita mengatakan bahwa sistem-sistem demikian “memenuhi suatu fungsi dalam lingkungan mereka”.

Dalam arti seluas-luasnya, sibenertika merupakan suatu gerakan dalam kerangka umum pemikiran sistem yang berasumsi bahwa manusia dan masyarakat dapat dipahami sebaik baiknya melalui studi atas pesan-pesan dan kemudahan-kemudahan komunikasinya. Dalil sibenertika adalah setiap sistem dapat dianalisis secara efektif melalui kegiatan-kegiatan komunikasi dan pengawasan. Model sibenertika mengupayakan alat untuk menilai umpan balik dan dampaknya terhadap keadaan sistem, pemantauan kegiatan sistem dan pengadaptasian sistem untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Dalam hal ini sistem sibenertika digunakan untuk seorang manajer atau pemimpin organisasi untuk membuat keputusan, dari informasi-informasi yang ada. 

No comments:

Post a Comment